Rabu, 01 Juni 2011

Nikotokagakure

#konon, jaman dahulu kala, ada sebuah desa yang punya masa depan cerah. Di desa ini, anda bisa menemukan pekerja juga teknologi yang efisien. Desa ini adalah tempat terbaik untuk menanam bibit keberhasilan juga memupuk harapan. Harus diingat juga bahwa di muka bumi ini tidak ada utopia, secara ilmiah tidak ada yang kekal. Alat butuh perawatan dan manusia butuh perhatian yang berbeda-beda. Desa ini masih sangat dekat dengan alam dengan cara yang mistis. Arsitektur yang modern tak mampu menutupi lahan-lahan kosong yang terus diisi pencerita mimpi dengan pikiran dan idenya sendiri.
#konon desa ini punya pemimpin yang kemayu, dia tidak feminin, tidak juga maskulin. Dia hanyalah pemimpin dengan kontingensinya sendiri. Pemimpin desa yang sekarang ini sangatlah kuat secara fisik mental dan finansial. Diperkuat juga jalinan kerja sama yang berlaku hanya bagi kelompok yang merasa telah menguasai negeri ini dari luar. Namun itu akan segera berakhir. Pemimpin desa memang belum kelelahan, dia masih bisa memimpin puluhan tahun ke depan. Tapi sayang, desa ini sudah merasakan pola kepemimpinan monopolitan yang cenderung tercipta pada kepemimpinan yang tidak beregenarasi dan terevaluasi secara independen dan publik interest. Secara ilmiah, teori ini juga ditakuti desa tetangga Iwanatipure yang sekarang mulai menutup diri karena keterbukaannya hanya memberikan masalah dan beban hingga mereka menyusun skenario untuk gotong royong membersihkan lingkungan agar tingkat konsumsi dan produktivitas setara. Yah, Iwanatipure memang kota yang kaya, namun kekayaan itu akan habis jika tak dilestarikan. Nikotokagakure mengaku diri mereka kaya, kalau patokannya swasembada pangan mungkin benar, tapi sayang, desa di sekitar sini sangat peduli pada simbol kekayaan bukan kekayaan itu sendiri.
#konon pemimpin desa Nikotokagakure itu gemar berbohong setelah ia terpilih kembali. Fakta ini terus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar